Perbedaan KPR Konvensional dan KPR Syariah



hujanbulanjuni.net – Pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai Perbedaan KPR konvensional dan KPR Syariah, dari sudut pandang penulis, artkel ini bukan melihat mana yang lebih menguntungkan, dan mana yang lebih baik. Postingan kali ini hanya sebagai referensi tambahan buat Anda sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR ke bank. Dan bukan untuk menjatuhkan salah satu lembaga atau produk.

Di indonesia ada 2 jenis KPR yang tingkat pengajuannya tinggi, jenis KPR tersebut adalah KPR konvesioal dan KPR Syariah. Apa saja perbedaan dari kedua KPR ini:

Jenis Akad Kredit

KPR Konvensional hanya mempunya satu jenis akad, yakni akad jual-beli.

Berbeda dengan KPR syariah yang mempunyai beberapa jenis akad, yakni:

Akad Murabahah (jual-beli): Dalam konsep transaksi akad ini , pihak bank seakan-akan membeli rumah yang diinginkan oleh nasabah dan menjual kepada nasabah tersebut tersebut dengan diangsur. Dalam hal ini KPR syariah mengambil margin profit dari harga jual rumah.

Akad Ijarah Muntahua Bittamlik (sewa-beli): dengan menerapkan konsep sewa-beli, nasabah  dianggap menyewa rumah ke pihak bank kemudian pada masa akhir angsuran nasabah  

Akad musyarakah Mutanaqisnah (kepemilikan bertahap): konsep pada akad ini adalah bank dan nasabah sama-sama membeli rumah, kemudian porsi kepemilikan bank semakin lama akan semakin berkurang seiring dengan pembayaran angsuran oleh nasabah kepada pihak bank.

Dari beberapa jenis akad syariah tersebut Anda bisa memilih salah satunya sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan.

Besaran Suku Bunga

Pada KPR konvensional besaran suku bunga umumnya fluktuatif dan menyesuaikan kondisi bunga yang berlaku pada saat itu. KPR konvensional juga terkadang memberikan angsuran tetap, tetapi hanya berlangsung beberapa tahun saja. Setelah itu cicilan akan menjadi mahal dari sebelumnya sebab bunga acuan menjadi lebih tinggi.

Berbeda dengan KPR syariah yang mana besar angsuran tidak berubah sejak awal akad yaitu saat penandatanganan akad kredit. Dan ini berlaku sampai masa angsuran selesai atau dalam hal ini lunas.

Ada dan tidak adanya Penalty KPR

Dalam pengertian harfiah arti pinalty adalah hukuman atau denda yang disebabkan adanya kelalaian pada aturan yang berlaku. dan Perbedaan KPR Konvensiona dan KPR Syariah mungkin akan nampak jelas sekali di bagian ini, berikut penjelasanya:

KPR konvensional memberlakukan peraturan yang mana jika nasabahnya melunasi angsuran KPR sebelum waktu yang telah ditetapkan atau kontrak berakhir. Sehingga sisa bunga dari angsuran wajib dilunasi semua. Pinalty yang lain jika dalam proses pembayaran mengalami keterlambatan maka akan di kenakan denda.

KPR syariah, pada jenis KPR ini nasabah tidak dikenakan denda jika nasabah melunasi angsuran meskipun masa kontrak pelunasan belum selesai. Karena memang harga dari rumah KPR nya sudah di tetapkan di awal perjanjian. saat Sisa dari bunga angsuran atau margin tidak perlu di bayarkan, kecuali margin pada bulan dimana akan melakukan pelunasan. Itulah kelebihanya dari KPR Syariah. Jadi jika Anda mempunya uang yang lebih dalam satu waktu, maka Anda bisa segera melunasi angsuran Anda tersebut.

Baca Juga: Gaji 2 Juta Ingin Punya Rumah

Bagaimana? Apakah Anda sudah memutuskan mau mengambil jenis KPR yang mana? Semoga artikel kali ini bisa sedikit memberikan referensi buat Anda.

Jika Anda masih bingung, penulis sarankan buat Anda untuk datang ke pihak bank terkait mengenai Perbedaan KPR Konvensiona dan KPR Syariah. Disana Anda akan di jelaskan secara mendetail mengenai produknya berikut dengan ketentuan-ketentuannya.

Penulis cukupkan sampai disini dulu untuk artikel kali ini, semoga bisa bermanfaat terlebih untuk Anda yang masih bingung mau ambil jenis KPR yang mana.

47 comments on “Perbedaan KPR Konvensional dan KPR Syariah

  • owh, jadi sangat berbeda antara KPR Konvensional dan KPR Syariah ya Mas, saya malah cuma tahu nya KPR saja. belum tahu ada KPR konvensional dan KPR Syariah. dilihat dari aturannya juga ada perbedaan bagi konsumennya

    Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      iya bang eka, sangat berbeda.. dan masing2 produk jelas ada kelebihan dan kekurangannya.. semua keputusan untuk memilih produk yg mana tinggal dikembalikan lg dg yang bersangkutan.

      Reply
  • KPR syariah pastinya lebih cocok dan nyaman dihati.
    Tapi masalahnya KPR syariah ini yang masih sedikit jumlahnya.
    Semoga saja, mimpi saya bisa terwujud, pengen beli rumah KPR.

    Reply
  • Enaknya yang syariah udah tau segitu terus cicilannya jadi mengalokasikan dananya jelas. Yang konvensional ada yang fix terus lho kalau nggak salah. Sama kelelebihan konven beberapa tahun di awal bunganya di bawah yang berlaku di pasaran biasanya ya, ini yang lebih menguntungkan dari konven dibanding syariah. Nantinya ngikut bunga yang berlaku di pasaran, jadi naiiik. Tapi setuju banget emang semua kembali ke masing2 pengennya dan butuhnya yang mana 😀

    Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      hai nia,
      KPR konvensional memang ada kok yang fix.
      KPR Fix di bank konvensional biasanya diterapkan pada KPR subsidi yang merupakan program dari pemerintah.

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      Klo buat saya pribadi memang pas bang adi,
      jumlah cicilan tidak berubah, kemudian percepatan pelunasan tidak dikenakan denda.
      itu yang membuat banyak orang ambil KPR syariah ini.

      Reply
  • tertarik dengan ini mas Akad musyarakah Mutanaqisnah (kepemilikan bertahap) kalau ada modal mungkin gak terlalu berat kayaknya. lagian juga konsepnya sesuai aturan agama. semoga bisa ambil nantinya, amin Allahumma amin.

    Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      aminn.. semoga cepat terealisasi bang dinan niat baiknya membeli rumah untuk keluarga.. semangat bang..

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      beneran bang?
      Istimewa…. keren keren..
      lanjut bang.. bisa dilunasi kapan saja ketika ada rezeki lebih, kelebihan KPR jenis syariah ini nasabah tidak dikenakan denda jika nasabah melunasi angsuran meskipun masa kontrak pelunasan belum selesai.

      Reply
  • Semoga KPR syariah benar2 menerapkan syariah murni. Tentunya kita ingin menempati rumah yang diberkahi Allah subhanahu wa ta’ala. Orang semakin paham akan dosa riba.

    KPR Syariah pilihan baik .. insyaAllah.

    Terimakasih mas menambah pengetahuan, perbedaan kpr konvensional dan kpr syariah.

    Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      insyaallah.. semoga y bang.. kita sebagai manusia kan berusaha sebisa mungkin untuk menghindari hal2 yg dilarang oleh agama termasuk riba. harapan kita dg adanya produk syariah bisa menjawab keraguan semua orang yg mana orang indo ini mayoritas agama islam.

      Reply
    • Mahal murah relatif cara menghitungnya. Kalau hanya menghitung cicilan pertama belum tentu benar karena KPR konvensional tidak ada yang fix, yang ada sekian tahun akan naik, itu tidak fair. Kalau dibilang syariah mahal dari konvensional, itu karena bank konvensional biasanya lagi promo gimmick dua tahun fix, lalu akan naik. Jadi secara total KPR syariah akan sama atau lebih mahal atau lebih murah, tapi bedanya tidak jauh.

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      Bukan harganya yg lebih mahal atau lebih murah sih bang klo syariah. syariah ada karena yg di butuhkan akadnya yg syar’i.
      masalah mahal atau tidaknya bisa di lihat di comment saya sebelumnya ya.

      Reply
  • Lebih enak syariah.. tapi mau konvesional atau syariah dimana2 kreditan tetap ada bau ribanya ya mas, kadang namanya aja syariah, tp tetap juga ujung2nya riba. takuut

    Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      KPR Syariah transaksinya tidak menggunakan kredit berbunga. jadi insyaallah tidak riba nia.

      jadi Mekanismenya kita memesan pada bank Syari’ah agar membelikan rumah yang kita inginkan dari developer atau pemilik rumah. Kemudian pihak bank Syari’ah membeli rumah tersebut dari mereka, lalu bank Syari’ah tadi menjual lagi rumah tersebut kepada kita. Biasanya dengan harga yang lebih tinggi daripada harga beli dari developer/pemilik rumah. Selanjutnya kita membayar kepada bank Syari’ah dengan cara mengangsur. gitu nia.

      Terlepas dari itu semua kita hanya bisa berusaha agar terhindar dari hal-hal yg berbau riba. semoga tuhan juga melihat niatan kita.

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      Kurang lebih seperti itu bang, Tapi Selebihnya dikembalikan lagi ke kita masing2 yang akan mau ambil KPR. beda orang beda pemikiran soalnya kadang.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *