Perbedaan Rumah Subsidi dan Non Subsidi

Perbedaan rumah subsidi dan non subsidi, itulah yang akan penulis bahas secara detail pada postingan kali ini. Yang mana pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai perbedaan KPR konvensional dan KPR syariah

perbedaan rumah subsidi dan non subsidi

Untuk pasangan yang baru saja menikah, Rumah merupakan salah satu kebutuhan utama. Kebanyakan dari mereka setelah menikah akan mencari rumah untuk mereka tempati. Yang jadi maslah adalah harga rumah yang makin lama makin tinggi. sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk bisa membeli rumah. Karena memang harus menunggu dana terkumpul terlebih dahulu. Terlebih untuk mereka yang saat ini penghasilanya tidak tinggi.

Dengan permasalahn seperti itu kini kita dipermudah dengan adanya banyak penawaran kredit rumah untuk menjawab dan memberikan solusi. Penawaran KPR (kredit kepemilikan rumah) juga masih terbagi lagi menjadi 2 kategori. Yaitu KPR bersubsidi dan KPR non subsidi.

perbedaan rumah subsidi dan non subsidi

Pada postingan kali ini penulis akan menjelaskan apa itu KPR bersubsidi dan KPR non subsidi. Akan penulis buat sedetail mungkin untuk mempermudah Anda dalam membedakan antara keduanya. Penulis sangat berharap dengan adanya artikel ini bisa memberikan pandangan buat Anda. Sehingga nantinya Anda bisa membuat pertimbangan apabila Anda berada dalam kondisi kebingungan untuk memilih antara KPR subsidi atau KPR non subsidi. 

Apa perbedaan rumah subsidi dan non subsidi?

Dimulai dari pengertian KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) subsidi terlebih dulu.

KPR subsidi adalah sebuah kredit kepemilikan rumah yang menargetkan masyarakat dengan penghasilan menengah kebawah. Jadi dengan adanya kredit ini diharapkan bisa meringankan masyarakat golongan menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhan rumah. Terlebih bagi masyarakat yang belum memiliki rumah atau perbaikan rumah bagi yang sudah mempunyai rumah tapi belum layak huni. Selanjutnya, bagaimana bentuk subsidi yang diberikan pada KPR subsidi ini? Adapun bentuk subsidi yang diberikan adalah:

  • Subsidi agar bisa meringankan kredit, dalam hal ini pemerintah memiliki peranan penting. Karena pemerintahlah yang membantu anda membayar jumlah kredit atau angsuran yang harusnya anda bayar.
  • Pemerintah juga membantu masyarakat terhadap perbaikan ataupun pembangunan rumah Anda. Oleh karenanya anda tidak perlu lagi membayar secara keseluruhan biaya perbaikan atau biaya pembangunan.

Mengingat pemberi subsidi adalah pemerintah, jadi KPR subsidi ini sudah diatur tersendiri oleh pemerintah. Diatas sudah saya jelaskan bahwasanya KPR subsidi ini membidik untuk masyarakat yang memiliki penghasilan menengah ke bawah. Pemerintah mempertimbangkan  batasan pada penghasilan pemohon dan maksimum kredit yang akan diberkan. Jadi diharapkan tidak ada lagi oknum-oknum yang memanfaatkan program pemerintah ini. Kita semua berharap saudara-saudara kita memiliki rumah yang layak dan nyaman untuk mereka tempati bersama keluarga mereka.

KPR non subsidi adalah sebuah kredit kepemilikan rumah yang diperuntukkan untuk semua lapisan masyarakat. Berbeda dengan KPR subsidi yang yang sebagian ketentuan berdasarkan aturan pemerintah. KPR non subsidi ini ketentuanya ditentukan oleh pihak bank sesuai dengan kebijakan-kebijakan bank tersebut.  

Itulah perbedaan rumah subsidi dan non subsidi secara definisi, mungkin sudah ada gambaran buat anda untuk membedakannya. Akan terasa kurang jika hanya membaca definisi. Sebagian dari anda pasti masih perlu informasi yang lebih detail lagi. Oleh karenanya penulis akan membahas lagi mengenai perbedaan diantara keduanya.

1. Harga jual

Dari segi harga jual rumah untuk KPR Subsidi, pemerintah menjamin sebagian bunga kredit. Oleh karena itu, angsuran menjadi flat selama masa kredit berlangsung.

Sedangkan untuk KPR Non Subsidi, pastinya mempunyai harga lebih tinggi dengan suku bunga yang lebih tinggi juga.

2. Fasilitas rumah

Pada KPR subsidi, Anda mendapatkan rumah dengan unit ruang tamu, kamar tidur, dan kamar mandi. Jadi apabila Anda ingin memilki dapur maka Anda harus mengeluarkan uang lagi. Teras dan atap pun umumnya di bangun dengan apa adanya. Anda  perlu mengeluarkan uang ekstra untuk membeli kanopi jika Anda tidak ingin air hujan menyembur ke jendela atau tembok rumah Anda.

Berbeda dengan KPR non subsidi, jika di lihat dari suku bunga yang lebih tinggi maka pantaslah kalau KPR rumah non subsidi lebih bagus dibandingkan dengan KPR rumah subsidi. Unit ruangan di rumah biasanya sudah terdapat dapur dan secara fisik bangunanpun kebanyakan lebih besar.

3. KPR (kredit pemilikan rumah)

Perbedaan rumah subsidi dan non subsidi dari segi KPR. Untuk rumah dengan KPR Subsidi, Pemerintah memberikan bantuan atau subsidi terhadap suku bunga KPR di bank, itu sebabnya KPR menjadi lebih murah.

KPR Non Subsidi, angsuran bisa memilih yang efektif/ non-flat (disediakan bank konvensional) ataupun yang flat (disediakan oleh bank syariah). Dalam KPR non subsidi suku bunga KPR mengikuti arah pasar.

4. Spesifikasi

Untuk hal spesifikasi Rumah  KPR subsidi, pastilah pemerintah sudah memiliki standar untuk bisa masuk ke dalam katagori rumah yang layak huni.

Spesifikasi untuk KPR non subsidi tentu berada di atas KPR subsidi. Umunya pengembang memiliki jenis rumah dengan harga yang berbeda-beda untuk di tawarkan.

5. Jalanan perumahan

Untuk jalanan perumahan pada KPR subsidi biasanya adalah jalan tanah.

Sangat berbeda dengan perumahan dengan KPR non subsidi yang jalanannya biasanya berupa aspal, cor, atau paving block / konblok.

6. Type bangunan

Dari segi type bangunan, Rumah dengan KPR subsidi memiliki standar, yaitu  maksimal ukuran type 36.

Berbanding terbalik deng rumah subsidi, rumah dengan KPR non subsidi ukuran standarnya adalah minimal type 36

7. Lokasi

Perbedaan rumah subsidi dan non subsidi dari segi Lokasi. Perumahan KPR subsidi bisa dipastikan tidak mungkin berlokasi di pusat kota. Biasanya terletak pada kawasan industri, pinggiran kota, dan di daerah yang belum atau sedang berkembang yang mana harga tanah di daerah itu masih tidak terlalu tinggi.

Pada perumahan dengan KPR Non Subsidi, seringkali berlokasi strategis, memiliki akses yang bagus serta mudah untuk di jangkau, dan tidak sejauh perumahan subsidi.

8. Dari segi renovasi

Rumah dengan KPR subsidi pada umumnya tidak diperbolehkan untuk melakukan renovasi rumah di 2 tahun pertama.

Sedangkan bagi Anda yang mempunyai rumah dengan KPR Non Subsidi, umumnya diperbolehkan melakukan renovasi sesuka hati dan harga jual pun akan bervariasi.

9. Harga jual kembali

Pada harga jual rumah dengan KPR subsidi, jika Anda ingin menjual rumah tapi kredit belum lunas maka harga jual harus mengikuti harga rumah subsidi lainnya yang sedang berlaku di perumahan itu.

Kenaikan harga rumah dengan KPR non subsidi lebih cepat dibandingkan rumah  dengan KPR subsidi. Jadi bisa dibilang rumah non subsidi lebih menguntungkan dalam hal investasi.

Demikian yang bisa penulis share, jika ada yang kurang silahkan teman-teman menambhkannya di kolom komentar. Jika dilihat dari perbedaan di atas Perbedaan Rumah KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Selanjutnya dikembalikan lagi kepada anda. silahkan mempertimbangkan matang-matang sebelum anda memutuskan untuk mengambil yang mana. Carilah yang menurut anda yang memiliki profit sebesar-besarnya dan minim akan resiko.

Dari penulis sekian dulu. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

29 comments on “Perbedaan Rumah Subsidi dan Non Subsidi

  • Hal yang sangat penting untuk mensosialisikan masalah rumah subdisi dan non subsidi ini di tengah masyarakat luas, karena masih banyak masyarakat yang awam,bahkan dipermainkan oleh para oknum di lapangan. Terimakasih admin.

    Admin tanya dong, adminnya laki apa perempuan sih ? Maaf, takut salah nyebut dan melanggar kodar Tuhan nantinya. ha,, ha,, ha,

    Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      iya bang, makanya di anjurkan pada orang awam untuk sering2 baca referensi sebelum memutuskan untuk membeli rumah. bisa minta tolong pada putra-putrinya. kerabatnya.. cari tahu sedetil mungkin bila perlu cari pembandingnya.

      ahaha… kebetulan saya masih laki-laki bang pagi ini..
      endak tau deh entar malam..:D

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      tinggal di pulau kecil mana bang??

      iya bang, disini lahan makin sempit.. alhasil makin kesini tanah atau rumah kian mahal. terlebih di pusat kota. Makanya ada sistem KPR untuk meringankan pembelian tanah atau rumah.

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      Justru yang rumah KPR bersubsidi lokasinya jauh dari pusat kota bang yanto. biasanya malah di pinggiran kota.

      Dan tidak hanya di kota2 besar saja kok bang.
      saya kemarin ke probolinggo, disana banyak sekali perumahan dengan KPR subsidi.

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      klo non subsidi memang ada dimana2 bang. Dan memang harganya makin lama makin tinggi. Cepet banget naiknya di banding rumah bersubsidi.

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      KPR subsidi mesti tepat sasaran kepada pihak yang membutuhkan. Supaya tepat sasaran,biasanya ada tim monitoring guna mengetahui rumah-rumah itu benar ditempati.

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      Setahu saya Tahun 2017 tidak tahu sekarang beda kebijakan or gimana.
      jd misalnya rumah diketahui kosong, kosong itu akan dirinci lagi kosongnya kenapa. Misalnya PNS pindah tugas, itu di tolerir. Tapi kalau memang kosong, sudah punya rumah di mana, biasanya diproses berupa panggilan terlebih dahulu. Kemudian diberi kesempatan 3 bulan, kedua 3 bulan lagi, kalo masih kosong maka sesuai dengan peraturan akan di tarik.

      Biasanya tim monitoring kerjasama dengan PLN (Persero). Dengan data PLN, maka bisa diketahui rumah mana yang benar-benar ditempati atau tidak.

      Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      Ya. yg DP 0% itu rumah subsidi dhio. tapi g semua rumah subsidi DP-nya 0%.

      Rumah subsidi ataupun rumah non subsidi ya berupa kavling dhio. satu kawasan atau satu perumahan.

      Reply
  • Di daerah kami ada KPR subsudi juga non subsidi, saya termasuk salah satu membernya, kpr subsidi sangat membantu bagi golongan menengah kebawah, tapi ya begitu deh banyak juga yg mengambil kesempatan ini untuk di bisniskan sebagai rumah sewaan gitu

    Reply
    • hujanbulanjuni.net says:

      kalo ketahuan bisa kena sanksi tuh maya.

      Dalam peraturan mengatur bahwa rumah KPR bersubsidi tidak boleh disewakan atau dialihkan kepemilikannya kecuali telah dihuni lebih dari 5 tahun bagi rumah tapak dan 20 tahun bagi rumah susun.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *